Sunday, April 12, 2009

Kiat Sukses Interview Kerja

Banyak candidates (calon karyawan) yang masih belum jelas beda anatara interview dengan HRD, Atasan Langsung (Direct-User), Atasan dari Atasan Langsung. Kejelasan akan tujuan interview ini sangat berguna bagi candidates dalam melakukan persiapan dan membuat candiates lebih tampil percaya diri.

Sehingga apabila mereka pada akhirnya gagal dalam proses rekrutmen (tidak diterima kerja) memiliki kejelasan mengenai apa yang harus diperbaiki bila menghadapi seleksi selanjutnya. Yang ada di benak para candidates akhirnya adalah prasangka dan seperti tebak-tebakan saja, apa yang membuat mereka gagal.

Kalau kita melihat kualifikasi interviewer, harus diakui bahwa memang masih ada beberapa User yang kurang memiliki competencies dalam melakukan interview sehingga tidak tahu apa yang harus ditanyakan ketika melakukan seleksi kepada calon anak buahnya. Pada akhirnya yang terjadi, keputusan menerima seorang kandidat tidak didasarkan oleh competencies tetapi lebih didasarkan oleh faktor yang sangat artificial. Tidak mampu menggali lebih dalam competencies yang dipersyaratkan oleh suatu jabatan.

Selanjutnya di sini akan diuraikan mengenai tujuan dari tiap-tiap tahapan interview sehingga diharapakan didapatkan pemahaman yang baik, yang pada akhirnya candidates pencari kerja tahu bagaiaman mempersiapkan diri dan memeperbaiki diri dalam menghadapi sesi interview.

Interview dengan HRD

Tujuan HRD melakukan interview biasanya lebih luas daripada sesi interview lainya, namun pada dasarnya hanya ada dua point besar yang ingin digali, yaitu: Soft Compatencies dan Hard Competencies. HRD biasanya lebih menekankan aspek soft competencies candidates yang meliputi aspek sikap dan kepribadiaan dari candidates, seperti: leadership, teamwork, problem solving, comunication, motivasi, interpersonal relation dan seterusnya.

Sedangkan dalam Hard Competencies biasanya HRD lebih melihat tingkat keahlian sesorrang pada aspek-aspek: seberapa lama seseorang megang suatu jabatan atau tugas, seberapa kompleks permasalahan yang pernah dihadapi di bidang tugasnya tersebut, seberapa penting kecakapan/kontribusi hasil kerja si candidates tersebut bagi perusahaan. Jadi dengan kata lain melihat tingkat kecakapan teknis seorang candidates dari sisi yang lebih umum.

Interview dengan Direct User

Direct User adalah orang yang paling berkepentingan dengan seberapa cakap dan terampil candidates di bidang kerjanya. Sehingga pertanyaanya akan sangat teknis sekali dan mungkin candidates akan diminta untuk menyelesaikan contoh kasus/persoalan praktis yang dihadapi sesuai dengan skill atau ketrampilan yang dituntut oleh jabatan /pekerjaan tersebut. Sehingga diharapkan sebelum mengikuti sesi interview ini candidates mempersiapkan diri dengan berbagai pertanyaan dan persoalaan tentang bidang yang terlait. Sangat disarankan candidates membuat semacam studi/research kecil tentang bidang kerja yang specifik sesuai dengan perusahaan yang dilamar. Sebagai contoh, jika anda melamar sebagai Sales Manager perusahaan Telekomunikasi, Anda persiapkan materi tentang rencana kerja dan terobosan apa yang akan dilakukan jika menempati posisi tersebut yang di dasarkan pada research tentang pasar telekomunikasi.

Selain menggali hard competencies/kemampuan teknis, biasanya interviewer juga akan melihat aspek no teknis atau yang biasa disebut chemistry/kecocokan. Ada atasan lebih suka tipe anak buah yang konvensional, menurut dan patuh pada atasan, ada juga yang lebih suka punya anak buah yang kritis yang selalu mengkritisi pemikiran atasan. Bahkan ada beberapa atasan yang memiliki kecenderungan untuk lebih memilih anak buah dari gender tertentu, misalkan lebih memilih perempuan karena lebih teliti, lebih nurut dan seterusnya. Kedengarannya hal ini cenderung subyektif, seperti layaknya memilih jodoh, kalau boleh diibaratkan. Namun dalam aspek ini biasanya interviewer akan meminta second opinion dengan HRD, sehingga jangan kawatir keputusan yang diambil tidak objektif.

Interview dengan atasan dari Direct User.

Biasanya interviewer pada sesi ini adalah karyawan dengan level yang cukup tinggi, minimal Sr. Manager. Karena sudah melalui beberapa tahap interview sebeluymnya dengan HRD dan Direct User, pada umumnya interview di level ini lebih bertujuan untuk mengecek apakah rekomendasi di sesi interview sebelumnya telah sesuai dengan prosedur dan competencies yang dipersyaratkan. Sehingga proses interview biasanya tidak terlalu lama dan isi pertanyaanya biasanya tidak seberat pertanyaan sesi interview sebelumnya. Kadang User di level ini hanya ingin melihat dan berkenalan saja dengan orang yang akan menjadi anggota tea kerjanya. Kalau tidak ada sesuatu yang fatal dalam proses sebelumnya biasanya cukup banyak yang lulus. Contohnya jika mencari teknisi listrik tetapi yang dipilih tidak memiliki latar belakang pengalaman dan pendididkan di bidang tersebut maka akan dinyatakan tidak lulus oleh interviewer.

Demikian semoga dengan informasi di atas kita sebagai candidates bisa melakukan persiapan yang baik dalam menghadapi proses interview, agar berhasil meraih pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment